Optimalkan Teknologi, SMKN 1 Atambua Sukses Laksanakan Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer (USBK) ATAMBUA,

[12 Maret 2026] – SMKN 1 Atambua kembali menunjukkan komitmennya dalam transformasi digital dunia pendidikan melalui pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer (USBK) Tahun Pelajaran 2025/2026. Ujian yang diikuti oleh ratusan siswa kelas XII ini menjadi tahap krusial dalam menentukan kompetensi akhir siswa sebelum menyelesaikan masa studi.
Integrasi Teknologi di Beranda Perbatasan
Meskipun berada di wilayah perbatasan RI-RDTL, SMKN 1 Atambua membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk menerapkan standar ujian nasional berbasis digital. Kepala Sekolah SMKN 1 Atambua menegaskan bahwa USBK bukan sekadar formalitas kelulusan, melainkan ajang uji nyali mental dan integritas siswa.
“USBK ini adalah tolok ukur sejauh mana siswa kami mampu menyerap ilmu selama tiga tahun. Dengan sistem komputer, kita meminimalisir kecurangan dan melatih siswa untuk akrab dengan teknologi yang akan mereka hadapi di dunia industri nanti,” ungkapnya.
Detail Pelaksanaan Ujian
Untuk memastikan kelancaran kegiatan, panitia ujian telah menyiapkan skema teknis yang matang:
Pembagian Sesi: Ujian dibagi menjadi beberapa sesi guna menjaga kestabilan server lokal dan kenyamanan peserta.
Fasilitas Laboratorium: Sekolah menyiagakan teknisi dan proktor di setiap laboratorium komputer untuk menangani kendala teknis secara real-time.
Protokol Disiplin: Siswa diwajibkan hadir 15 menit sebelum ujian dimulai dengan mengenakan seragam identitas sekolah yang lengkap dan rapi.
Harapan untuk Lulusan
Pihak sekolah berharap hasil USBK tahun ini dapat melampaui target pencapaian tahun sebelumnya. Selain mengejar nilai akademik yang tinggi, sekolah menitikberatkan pada karakter jujur dan mandiri yang tercermin selama proses ujian berlangsung.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini diharapkan dapat berjalan kondusif hingga hari terakhir. Setelah USBK, para siswa dijadwalkan akan mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang lebih spesifik pada praktik produktif masing-masing jurusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *